logo

Peran Gizi, Pola Asuh, dan Sanitasi dalam Mencegah Stunting

11 November 2024 Berita,

Hari terakhir kegiatan intervensi pencegahan stunting di Kecamatan Sukoharjo dilaksanakan di Kelurahan Bulakrejo dan Kelurahan Sukoharjo. Acara ini dihadiri oleh kader PKK, kader Posyandu, dan ibu-ibu RT/RW di lingkungan setempat.

Acara di Kelurahan Bulakrejo dibuka dengan sambutan dari Ketua Tim Penggerak PKK, Ibu Novi Sismimtari Edyson, yang mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader Posyandu, Kader Tim Penggerak PKK, serta ibu-ibu RT dan RW yang hadir. Beliau berharap agar materi yang disampaikan dapat disimak dengan baik dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan kuat.

Materi pertama disampaikan oleh Ibu Riza Nur Fitri, Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Sukoharjo. Beliau menekankan peran penting PKK dalam pencegahan stunting melalui sosialisasi dan pendampingan kepada keluarga. Ibu Riza juga menjelaskan pentingnya pemantauan rutin terhadap pertumbuhan balita di Posyandu, edukasi bagi ibu hamil, serta pendampingan khusus bagi kelompok rentan.

Materi berikutnya disampaikan oleh Bidan Desa Bulakrejo, Ibu Endah Wulandari, yang memberikan penjelasan penting terkait stunting dan tumbuh kembang anak. Beliau menjelaskan bahwa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode krusial dalam perkembangan anak, di mana otak anak mengalami pertumbuhan signifikan. Pada masa ini, anak sangat rentan terhadap kekurangan nutrisi, yang dapat berdampak buruk pada perkembangan otaknya, sehingga pemenuhan gizi menjadi sangat penting.

Ibu Endah juga memaparkan beberapa faktor penyebab masalah gizi pada balita, seperti kurangnya akses sanitasi layak, kondisi ekonomi yang rendah, serta asupan makanan yang kurang mencukupi, terutama protein. Selain itu, Ibu Endah menyampaikan pentingnya perbaikan pola makan untuk mencegah stunting, khususnya dengan mengonsumsi protein hewani yang kaya akan asam amino esensial, vitamin B12, vitamin D, DHA, zat besi, dan zink. Berdasarkan data FAO, konsumsi protein hewani di Indonesia, seperti telur, daging, susu, dan produk turunannya, masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara lain, padahal nutrisi ini sangat mendukung pertumbuhan optimal anak.

Selain perbaikan pola makan, Ibu Endah juga menekankan perlunya perbaikan pola asuh, serta peningkatan akses sanitasi dan air bersih untuk menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang sehat bagi anak-anak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi, pola asuh yang baik, serta akses sanitasi yang memadai dalam upaya mencegah stunting, sehingga dapat membentuk generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.